• 18 Jun 2021
  • cipto
  • 1

PEMERIKSAAN PENDENGARAN DEWASA

Oleh    : Agit Dwi Hidayat, S.E., A.Md.Kes.

Gaya hidup sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, begitupun dengan kesehatan pendengaran. Tanpa kita sadari, pandemi telah banyak mempengaruhi gaya dan juga pola hidup kita. Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada artikel Seri Pemeriksaan Pendengaran. Mobilitas penggunaan alat elektronik yang tinggi, seperti penggunaan earphone di tengah aktivitas daring akan berdampak buruk bagi kesehatan pendengaran kita. Oleh karena itu, jika pendengaran anda merasa terganggu segeralah berkonsultasi dengan Dokter.

Rumah Sakit Khusus THT-Bedah KL Proklamasi merupakan pilihan yang tepat untuk memeriksakan pendengaran anda karena di Rumah Sakit Khusus THT-Bedah KL Proklamasi memiliki fasilitas Audiology Center. Audiology Center merupakan unit untuk melakukan evaluasi gangguan pendengaran. Disana akan dilakukan berbagai pemeriksaan yang disesuaikan dengan kasus maupun kebutuhan yang diperlukan untuk penegakkan diagnosis pasien.

Ada beberapa pemeriksaan audiologi untuk dewasa, diantaranya:

1. Audiometri Nada Murni (Pure Tone audiometry)

Pemeriksaan Audiometri Nada Murni

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang paling familiar dari pemeriksaan audiologi lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kemampuan pendengaran seseorang yang menampilkan kemampuan sesorang dalam mendengar nada murni pada frekuensi yang dipilih/diseleksi untuk menetapkan gambaran audiogram. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat audiometer yang telah dikalibrasi sebelumnya. Pemeriksaan audiometri nada murni dilakukan didalam chamber. Chamber merupakan sebuah ruangan khusus dan biasanya kedap suara.

Audiogram

Setelah melakukan pemeriksaan ini, maka akan didapatkan hasil yang disebut audiogram. Audiogram adalah grafik hasil pemeriksaan audiometri yang menunjukkan ambang pendengaran pada setiap frekuensi disebut audiogram. Dari audiogram pemeriksaan akan mendapatkan informasi dari kondisi pendengaran pasien, mulai dari derajat pendengaran (normal, tuli ringan, tuli sedang, tuli sedang berat, tuli berat atau tuli sangat berat), tipe/jenis ketulian (tuli konduktif, tuli sensori atau tuli campur), serta bentuk/konfigurasi audiogramnya (flat, slopping, reverse sloop, fragmen, dll).

2. Audiometri Tutur (Speech Audiometry)

Audiometri tutur merupakan sistem uji pendengaran dengan menggunakan sejumlah kata terpilih yang telah dibakukan, kata tersebut dituturkan melalui suatu alat yang telah dikalibrasi sebelumnya untuk mengukur beberapa aspek kemampuan pendengaran. Pada pemeriksaan ini, pendengar diminta untuk menirukan dengan jelas setiap kata yang dapat didengar. Jika kata-kata yang didengar makin tidak jelas            (karena intensitas diturunkan), pendengar diminta untuk menebaknya.

Pemeriksaan audiometri tutur dapat dilakukan dengan syarat pasien yang akan diperiksa memiliki audiogram (hasil tes audiometri nada murni). Audiogram tersebut yang akan menjadi tolak ukur dan juga korelasi dengan hasil tes audiometri tutur.

Tujuan dari pemeriksaan ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Menilai efisiensi untuk pasien dalam pemasangan alat bantu dengar.
  • Mengetahui tipe/kelainan gangguan pendengaran (gangguan telinga luar/tengah (konduktif), gangguan telinga dalam (sensorineural) dan gangguan retrokoklea (saraf pendengaran).
  • Mengetahui kemampuan komunikasi seseorang. Apakah terdapat kendala dalam komunikasi atau tidak, berdasarkan hasil pemeriksaan dari kondisi pendengaran seseorang.

3. Tympanometry

Tympanometri merupakan prosedur yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan fungsi telinga tengah, mulai dari mobilitas gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (maleus, ikus dan stapes), kavum timpani, refleks otot stapedius dan fungsi tuba eustachius.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kondisi liang telinga. Kondisi liang telinga dinilai dari volume udara (lapang atau sempit), mobilitas gendang telinga         (normal atau ada kekakuan), kondisi tulang-tulang pendengaran (normal atau ada dislokasi/putus), gerak refleks stapedius di telinga tengah, serta fungsi dari tuba eustachius (normal atau terdapat kelainan).

Pemeriksaan Tympanometry
Hasil Pemeriksaan Tympanometry

Demikianlah berbagai pemeriksaan audiologi untuk dewasa.  Berbagai pemeriksaan tersebut menyesuaikan kasus maupun kebutuhan yang diperlukan untuk penegakkan diagnosis pasien yang dilakukan dokter bersama tenaga profesional dibidangnya.

Pada seri pemeriksaan selanjutnya, kita akan membahas “Pemeriksaan Pendengaran Anak” yang sangata sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan karena kesehatan merupakan kunci kebahagiaan.