Contact

(021) 3900002
RS THT – Bedah KL Proklamasi

RS THT – Bedah KL Proklamasi

Rumah Sakit Khusus Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Proklamasi

Terapi Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Home > Service > Terapi Obstructive Sleep Apnea (OSA)

RS Khusus THT – Bedah KL Proklamasi

Senantiasa melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan demi memberi hasil yang maksimal karena kami percaya bahwa pelayanan kesehatan terbaik merupakan hak dari setiap orang.

~ The Value of Continuous Improvement

Obstructive sleep apnea atau OSA merupakan gangguan tidur yang serius yang membuat seseorang mengalami henti napas pada saat tidur. OSA disebabkan penyumbatan jalan napas akibat otot di tenggorok yang kolaps hingga menghalangi proses pernapasan normal. Struktur yang juga berperan termasuk adanya penebalan jaringan yang terdapat pada bagian belakang atap mulut, potongan jaringan segitiga yang menggantung dari atap mulut (uvula), lidah dan pembesaran amandel.

Dalam kondisi OSA, saat terjadi pemblokiran udara sebagian atau secara total, terjadilah henti napas (apnoe) yang bila berlangsung lebih dari 10 detik dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun dan sekaligus terjadi penumpukan karbon dioksida. Kurangnya oksigen menyebabkan otak menjadi panik dan berusaha membangunkan tubuh. Ketika terbangun, tubuh berusaha untuk mengoreksi pernapasan dengan bernapas pendek dan membuat suara dengusan, tersedak, atau terengah-engah. Bila terjadi sangat singkat, mungkin Anda tidak sadar atas kondisi interupsi tersebut.

Pola ini bisa terjadi 5 – 30 kali setiap jam, sepanjang malam. Berakibat tidak tercapainya fase tidur nyenyak yang diinginkan sehingga mudah merasa mengantuk pada siang hari dan mengalami kelelahan.

Seberapa umumkah OSA?

OSA ini sangatlah umum terjadi, baik pada pria dan wanita, dan dapat menyerang pada usia berapa pun. Namun OSA dapat sangat mengganggu jika:

  • Mengorok sangat keras hingga mengganggu anda dan pasangan.
  • Napas berhenti sejenak saat tidur
  • Sering terbangun karena tersedak
  • Rasa kantuk berlebihan di siang hari, yang menyebabkan sering tertidur saat bekerja, menonton televisi, atau bahkan menyetir mobil.

Apa yang meningkatkan risiko OSA?

  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Jalan napas sempit (bawaan, dagu kecil, pembesaran amandel, kelenjar gondok)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Hidung tersumbat kronis
  • Merokok
  • Diabetes
  • Jenis kelamin (pria > wanita)
  • Riwayat keluarga (keturunan)
  • Asma

Diagnosis

OSA di diagnosis berdasarkan wawancara mengenai riwayat keluarga dan bagaimana pasien menjalani kehidupan sehari-hari, memeriksa kelainan di mulut dan tenggorok, mengukur lingkar leher leher dan pinggang serta memeriksa tekanan darah.

Pemeriksaan penunjang untuk OSA berupa Polisomnografi, yaitu pemeriksaan pada saat tidur dengan menggunakan peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki serta kadar oksigen darah saat tidur.

Pemeriksaan DISE untuk menilai lokasi tempat penyumbatan dari hidung hingga saluran napas atas dengan menggunakan endoskop fleksibel dan dilakukan pada saat pasien ditidurkan dengan obat sedasi.

Pengobatan

Pengobatan utama untuk OSA adalah perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dengan menurunkan berat badan juga dibantu dengan metode pengobatan:

  • Continuous positive airway pressure (CPAP) untuk gejala moderat sampai berat.
  • Variable positive airway pressure (VPAP) untuk kondisi pernapasan yang serius.
  • Expiratory positive airway pressure (EPAP) nasal untuk kasus OSA ringan.

Tindakan operasi dapat dilakukan untuk mengkoreksi penyumbatan yang ada seperti operasi pengangkatan amandel, operasi untuk melapangkan rongga hidung atau operasi memendekkan uvula.